Wawancara Dan Reportase Tunda di Televisi
Pengertian Wawancara
Dalam televisi ataupun radio banyak sekali kita jumpai acara yang berbentuk wawancara. Dalam melakukan wawancara, dibutuhkan seorang pewawancara yang dapat memposisikan dirinya untuk mewakili khalayak. Hal ini berarti, daftar pertanyaan tersebut yang diajukan kepada sumber berita dapat memancing jawaban, dimana jawaban tersebut merupakan informasi yang bener-benar tepat dan bersumber dari masyarakat sendiri.
Ketika di tengah masyarakat muncul sebuah isu, seorang wartawan sesegera mungkin mencari kebenaran dan fakta yang ada dengan melakukan proses wawancara. Karena bersamaan dengan munculnya isu, terdapat pula ketidakpastian yang dirasakan oleh masyarakat akan isu tersebut. Untuk menghilangkan ketidakpastian tersebut wartawan perlu mempersiapkan pertanyan-pertanyan yang dapat memancing jawaban yang dapat memposisikan masalah yang terjadi sesuai dengan porsinya.
Selain narasumber yang harus mengetahui masalah secara jelas dan tepat, seorang wartawan juga perlu menguasai permasalahan yang dijadikan topik bahasan. Dengan demikian proses wawancara dapat berjalan dengan baik. Wawancara dapat berkembang menjadi lebih hidup jika pewawancara mampu mengembangkan pertanyaan dari jawaban narasumber, di samping narasumber sendiri juga memang menguasai permasalahan yang dibahas.
Pengertian Reportase
Selain dengan proses wawancara, peliputan berita juga dapat dilakukan dengan reportase. Reportase adalah kegiatan jurnalistik berupa meliput langsung ke lapangan, ke “TKP” (tempat kejadian perkara). Jadi seorang wartawan harus terjun langsung ke tempat terjadinya suatu perkara untuk mencari fakta dan mengumpulkan data mengenai peristiwa yang terjadi.
Dalam buku Jurnalisme Penyiaran dan Reportase Televisi, Fajar Junaedi menyebutkan bahwa Reportase adalah kegiatan meliput berita dari narasumber, kemudian ditulis dalam naskah berita atau dilaporkan kepada pemirsa.
Dalam hal ini, fakta dan data yang dikumpulkan harus memenuhi unsur-unsur berita, yakni 5W+1H. Kemudian peristiwa tersebut juga bernilai jurnalistik atau bernilai berita, yakni aktual, faktual, penting, dan menarik.
Selain melaporkan sebuah peristiwa, seorang reporter juga memberikan tambahan informasi yang berkaitan dengan peristiwa yang sedang terjadi, seperti latar belakang peristiwa, maksud dan tujuan, dalam rangka apa peristiwa diadakan, hal serupa kapan pernah diadakan, dll.
Dalam televisi ataupun radio banyak sekali kita jumpai acara yang berbentuk wawancara. Dalam melakukan wawancara, dibutuhkan seorang pewawancara yang dapat memposisikan dirinya untuk mewakili khalayak. Hal ini berarti, daftar pertanyaan tersebut yang diajukan kepada sumber berita dapat memancing jawaban, dimana jawaban tersebut merupakan informasi yang bener-benar tepat dan bersumber dari masyarakat sendiri.
Ketika di tengah masyarakat muncul sebuah isu, seorang wartawan sesegera mungkin mencari kebenaran dan fakta yang ada dengan melakukan proses wawancara. Karena bersamaan dengan munculnya isu, terdapat pula ketidakpastian yang dirasakan oleh masyarakat akan isu tersebut. Untuk menghilangkan ketidakpastian tersebut wartawan perlu mempersiapkan pertanyan-pertanyan yang dapat memancing jawaban yang dapat memposisikan masalah yang terjadi sesuai dengan porsinya.
Selain narasumber yang harus mengetahui masalah secara jelas dan tepat, seorang wartawan juga perlu menguasai permasalahan yang dijadikan topik bahasan. Dengan demikian proses wawancara dapat berjalan dengan baik. Wawancara dapat berkembang menjadi lebih hidup jika pewawancara mampu mengembangkan pertanyaan dari jawaban narasumber, di samping narasumber sendiri juga memang menguasai permasalahan yang dibahas.
Pengertian Reportase
Selain dengan proses wawancara, peliputan berita juga dapat dilakukan dengan reportase. Reportase adalah kegiatan jurnalistik berupa meliput langsung ke lapangan, ke “TKP” (tempat kejadian perkara). Jadi seorang wartawan harus terjun langsung ke tempat terjadinya suatu perkara untuk mencari fakta dan mengumpulkan data mengenai peristiwa yang terjadi.
Dalam buku Jurnalisme Penyiaran dan Reportase Televisi, Fajar Junaedi menyebutkan bahwa Reportase adalah kegiatan meliput berita dari narasumber, kemudian ditulis dalam naskah berita atau dilaporkan kepada pemirsa.
Dalam hal ini, fakta dan data yang dikumpulkan harus memenuhi unsur-unsur berita, yakni 5W+1H. Kemudian peristiwa tersebut juga bernilai jurnalistik atau bernilai berita, yakni aktual, faktual, penting, dan menarik.
Selain melaporkan sebuah peristiwa, seorang reporter juga memberikan tambahan informasi yang berkaitan dengan peristiwa yang sedang terjadi, seperti latar belakang peristiwa, maksud dan tujuan, dalam rangka apa peristiwa diadakan, hal serupa kapan pernah diadakan, dll.
Komentar
Posting Komentar